Kolaborasi SMAN 10 Ternate dan BNNP Malut Sukseskan Program P4GN


Kolaborasi SMAN 10 Ternate dan BNNP Malut Sukseskan Program P4GN
Peserta didik melakukan apel pagi

SMA Negeri 10 Kota Ternate dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara menggelar apel akbar serta penandantangan bersama pemberantasan Narkotika di lingkungan pendidikan, Kamis (27/1)

Kerja sama ini dalam rangka mengelaborasikan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ke dalam beberapa mata pelajaran yang ada relefansinya.

Kepala BNNP Malut, Brigjen (Pol) Wisnu Handoko kepada wartawan mengatakan, setelah penandatanganan kerja sama ini akan ditindaklanjuti Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 10 terkait dengan program P4GN.

Untuk itu, diharapkan kepada siswa/siswi bisa mengenal, memahami dan mengetahui dampak yang terjadi akibat dari penyalagunaan narkoba. Kemudian, bagaimana partisipasi sekolah secara aktif untuk peran melawan narkoba.

Pihaknya akan mencoba dan berusaha semaksimal mungkin untuk kerja sama semua lembaga pendidikan. Tujuannya untuk mewujudkan sekolah bersih dari narkoba atau sekolah bersinar tanpa narkoba.

“Pada apel tadi, kami sampaikan selain narkoba, ada juga zat adiktif lainnyn seperti lem Eha-Bond dan sebagainya. Tentu fenomena ini sudah mulai marak, bukan hanya di Malut saja, amun seluruh Indoneaia,” tukas jenderal polisi bintang satu itu.

Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah awal dengan pencegahan yang diutamakan. Bahkan juga telah dilakukan kerja sama dengan DPRD Kota Ternate untuk membuat regulasi dan menindaklanjuti Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ada Nomor 11 tahun 2017.

“Ini bisa ditindaklanjuti dengan Perwali atau yang lain, agar dapat memberikan payung hukum terkait maraknya penggunaan lem Eha-Bond di generasi muda,” harapnya.

Terpisah, Kepsek SMA Negeri 10 Kota Ternate, Taher Hayat menuturkan, apel akbar dengan BNNP telah direncakan sebelumnya, hanya saja baru terlaksana tahun ini. Apalagi Pemerintah telah mengintruksikan untuk berperan dan melawan narkoba.

“Jadi narkoba itu menajdi musuh kita bersama. Mungkin sekolah lain hanya melakukan apel bersama, tetapi untuk SMA Negeri 10 ini pertama kali dilakukan kerja sama dalam hal pemberantasan narkoba,” tambahnya.

Taher bilang, bentuk realisasi kerja sama ini, pihak sekolah akan selalu menyampaikan kepada siswa/siswi terkait bahaya narkoba. Sehingga dengan adanya informasi yang beredar di masyatakat bawah SMA Negeri 10 Ternate yang kurang baik bisa di menimalisir. Bahkan diupayakan bisa hilangkan stigma itu, karena SMA N 10 Ternate saat ini sudah lebih baik, tidak seperti yang informasi di luar sana.

“Hal-hal itu kami telah antisipasi. Bahkan kami juga sudah kerja sama dengan orang tua/wali siswa dan siswi melalui rapat,” tutupnya.